Cari

Surat kerjasama dengan Puskesmas adalah dokumen yang dibuat untuk menyepakati kerjasama antara dua pihak, yaitu pihak lainnya (misalnya perusahaan atau lembaga) dengan Puskesmas dalam rangka melakukan kegiatan kerjasama yang berkaitan dengan pengembangan, pelayanan, atau peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
[Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
[Tanggal]
Kepala Puskesmas [Nama Puskesmas]
Alamat [Nama Puskesmas]
[Tempat, Tanggal Lahir]
Perihal: Kerjasama Penyuluhan Kesehatan
Yth. Kepala Puskesmas [Nama Puskesmas],
Dengan hormat,
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kesehatan mereka, kami, [Nama Perusahaan], mengajukan kerjasama kepada Puskesmas [Nama Puskesmas].
Kerjasama ini bertujuan untuk melaksanakan program penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sekitar melalui kegiatan seminar, workshop, dan pemeriksaan kesehatan. Adapun rincian kegiatan kerjasama akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan selanjutnya.
Dalam hal ini, kami berharap agar Puskesmas [Nama Puskesmas] dapat berperan aktif dalam pelaksanaan program ini. Dalam mengisi seminar dan workshop, kami akan menghadirkan tenaga profesional dari perusahaan kami sehingga peserta dapat memperoleh informasi yang akurat dan relevan.
Kami yakin bahwa kerjasama ini akan memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat sekitar dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka.
Demikian surat permohonan kerjasama ini kami sampaikan. Kami berharap dapat segera mendapatkan konfirmasi dan kesepakatan dari Puskesmas [Nama Puskesmas]. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
Hormat kami,
[Nama Perusahaan]
[Tanda Tangan]
[No. Telepon]
[Email]
Dalam membuat Surat Kerjasama dengan Puskesmas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah menjelaskan tujuan kerjasama yang jelas, menyebutkan manfaat yang akan diperoleh dari kerjasama tersebut, dan menetapkan komitmen dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak.
Dalam membuat Surat Kerjasama dengan Puskesmas, ada beberapa hal yang perlu dihindari, seperti penggunaan bahasa yang terlalu formal atau terlalu informal, tidak menyebutkan tujuan kerjasama secara jelas, dan tidak mencantumkan tanggung jawab masing-masing pihak secara terperinci.