Cari

Surat Keterangan Usaha untuk KUR BRI adalah dokumen yang diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada calon peminjam untuk mengonfirmasi dan menggambarkan jenis usaha yang dijalankan oleh peminjam. Surat ini diperlukan sebagai syarat untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI.
[Nama Perusahaan / Pemilik Usaha]
[Alamat Perusahaan]
[Tanggal]
Kepada
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Cabang [Nama Cabang]
Perihal: Surat Keterangan Usaha
Dengan hormat,
Dalam rangka pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Rakyat Indonesia (BRI), kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Perusahaan / Pemilik Usaha: [Nama Perusahaan / Pemilik Usaha]
Alamat Perusahaan: [Alamat Perusahaan]
Nomor Telepon: [Nomor Telepon]
Nomor NPWP: [Nomor NPWP]
Jenis Usaha: [Jenis Usaha]
Dengan ini menyatakan bahwa kami adalah pemilik dan pengelola usaha yang telah beroperasi secara legal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Usaha kami bergerak dalam bidang [Jenis Usaha] dan telah berjalan selama [jumlah tahun] tahun.
Berikut adalah informasi singkat mengenai usaha kami:
- Nama Usaha: [Nama Usaha]
- Tanggal Pendirian: [Tanggal Pendirian]
- Legalitas Usaha: [Surat Izin Usaha / Akta Pendirian]
- Omset Bulanan: [Omset Bulanan]
- Jumlah Karyawan: [Jumlah Karyawan]
Kami sangat berharap bahwa pengajuan KUR kami dapat dipertimbangkan dan kami siap menyediakan segala dokumen tambahan yang diperlukan untuk mendukung pengajuan kami.
Demikian Surat Keterangan Usaha ini kami buat dengan sebenarnya dan sejujur-jujurnya. Atas perhatian serta bantuan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
[Nama Perusahaan / Pemilik Usaha]
[Tanda Tangan]
Dalam membuat Surat Keterangan Usaha untuk KUR BRI, perlu diperhatikan bahwa surat tersebut harus mencantumkan informasi mengenai jenis usaha, alamat usaha, nama pemilik usaha, dan lama berdirinya usaha. Selain itu, juga perlu disertakan informasi mengenai omzet atau pendapatan usaha yang dimiliki untuk memenuhi syarat pengajuan KUR BRI.
Dalam membuat Surat Keterangan Usaha untuk KUR BRI, pengusaha harus menghindari pengisian informasi yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan kondisi usaha yang sebenarnya, mengabaikan persyaratan yang ditetapkan oleh BRI, dan tidak mengikuti petunjuk pengisian yang diberikan oleh bank.