Cari

Contoh Surat Klaim Barang

Contoh Surat Klaim Barang

Surat Klaim Barang adalah surat yang digunakan untuk mengajukan permintaan penggantian atau kompensasi terhadap barang yang rusak, hilang, atau tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

Contoh Surat

[Alamat Pengirim]
[Tanggal]

[Kepada]
[Alamat Penerima]

Perihal: Klaim Barang

Dengan hormat,

Saya, [nama lengkap], dengan ini mengajukan klaim atas barang yang saya beli dari perusahaan Anda. Rincian barang tersebut sebagai berikut:

Nama barang : [nama barang]
Nomor pembelian : [nomor pembelian]
Tanggal pembelian : [tanggal pembelian]

Pada saat menerima barang tersebut, saya menemukan kerusakan pada barang yang secara jelas tidak disebabkan oleh kekurangan perawatan atau kesalahan pemakaian dari pihak saya. Kerusakan pada barang tersebut adalah [rincian kerusakan].

Saya menyadari bahwa perusahaan Anda memiliki kebijakan pengembalian barang yang berlaku, oleh karena itu saya berharap agar klaim ini dapat diproses dan saya mendapatkan penggantian atau perbaikan atas barang yang rusak sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

Sebagai bukti atas klaim ini, saya melampirkan foto-foto barang yang rusak dan salinan bukti pembelian beserta rincian biaya.

Demikian surat klaim barang ini saya ajukan. Saya berharap agar perusahaan Anda dapat menindaklanjuti klaim ini dengan segera dan memberikan solusi yang adil.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Hormat saya,

[Nama lengkap]
[Alamat lengkap]
[Nomor telepon]

Harus diperhatikan

Dalam membuat Surat Klaim Barang, perhatikanlah dengan seksama untuk mencantumkan detail barang yang diklaim beserta bukti-bukti pendukung, seperti foto atau penjelasan yang jelas. Selain itu, pastikan juga untuk menyebutkan kerugian yang telah dialami dan tuntutan yang diinginkan agar permohonan klaim dapat ditindaklanjuti dengan baik oleh pihak yang berwenang.

Harus dihindari

Dalam membuat Surat Klaim Barang, sebaiknya dihindari penggunaan bahasa yang menyinggung atau menyalahkan pihak lain serta menyertakan informasi yang kurang relevan atau tidak dibutuhkan oleh pihak yang menerima surat.

Instansi terkait

  1. Kantor Pos Indonesia
  2. Perusahaan Asuransi
  3. Departemen Kehakiman
  4. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI)
  5. Pengadilan Negeri