Cari

Contoh Surat Lamaran Pegawai Tidak Tetap

Contoh Surat Lamaran Pegawai Tidak Tetap

Surat Lamaran Pegawai Tidak Tetap adalah dokumen yang digunakan seseorang untuk mengajukan permohonan bergabung sebagai karyawan dengan status pekerja tidak tetap dalam suatu perusahaan atau instansi yang mengaktifkan pegawai dengan kontrak kerja jangka pendek atau proyek tertentu.

Contoh Surat

Jakarta, 10 Februari 2022

Kepada,
Manajer SDM PT ABCD
Jalan Raya Sudirman No. 123
Jakarta Selatan

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama : Adi Pranata
Alamat : Jalan Merdeka No. 456, Jakarta Barat
Nomor telepon : 08123456789
Email : adi.pranata@gmail.com

Bermaksud mengajukan lamaran sebagai pegawai tidak tetap di PT ABCD. Saya tertarik dengan perusahaan yang terkenal dengan reputasi dan kualitas produknya.

Berikut adalah data diri dan pengalaman saya:
- Pendidikan terakhir: Sarjana Teknik Informatika, Universitas XYZ
- Pengalaman kerja: 2 tahun sebagai IT Support di PT XYZ

Saya memiliki keahlian dalam mengelola jaringan komputer, troubleshooting perangkat keras dan perangkat lunak, serta memiliki pengetahuan yang baik dalam sistem operasi Windows dan Linux. Saya juga memiliki kemampuan analisa yang baik dalam menyelesaikan permasalahan komputer.

Sangat diharapkan agar diberikan kesempatan untuk wawancara guna membahas lebih lanjut lamaran ini. Saya siap untuk menghadiri wawancara pada hari dan tanggal yang telah ditentukan.

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Adi Pranata

Harus diperhatikan

Dalam membuat Surat Lamaran Pegawai Tidak Tetap, perlu diperhatikan penulisan yang jelas dan rapi, termasuk informasi kualifikasi, pengalaman kerja, serta motivasi yang relevan dengan posisi yang dilamar. Selain itu, perhatikan tata bahasa dan tata letak yang baik agar surat terlihat profesional.

Harus dihindari

Dalam membuat Surat Lamaran Pegawai Tidak Tetap, sebaiknya dihindari menggunakan kalimat yang panjang dan bertele-tele, serta menghindari penggunaan bahasa yang terlalu formal atau terlalu informal.

Instansi terkait

  1. Dinas Tenaga Kerja
  2. Badan Kepegawaian Daerah
  3. Kantor Regional Kementerian Tenaga Kerja
  4. Lembaga Administrasi Negara
  5. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi