Cari

Contoh Surat Letter of Undertaking

Contoh Surat Letter of Undertaking

Surat Letter of Undertaking adalah surat yang berisi pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh pihak yang terlibat sebagai jaminan bahwa mereka akan memenuhi kewajiban atau komitmen yang telah disepakati dalam suatu perjanjian atau kontrak.

Contoh Surat

[Alamat Pengirim]
[Tanggal]

[Alamat Penerima]

Perihal: Surat Pernyataan

Yang terhormat,

Dengan ini saya, [Nama Pengirim], melakukan pernyataan berikut:

1. Saya dengan ini menjamin sepenuhnya bahwa saya akan bertanggung jawab dan melaksanakan tugas yang telah ditugaskan oleh [Nama Perusahaan/Pihak Penerima] dengan penuh dedikasi, integritas, dan sebaik-baiknya.

2. Saya akan menjaga kerahasiaan informasi yang bersifat rahasia, strategis, maupun teknis yang diberikan oleh [Nama Perusahaan/Pihak Penerima] dan tidak akan memberikannya kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis sebelumnya.

3. Saya akan mematuhi semua kebijakan dan peraturan yang berlaku di [Nama Perusahaan/Pihak Penerima], serta akan menjaga nama baik dan reputasi perusahaan.

4. Saya akan menyampaikan pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan, dengan kualitas yang memenuhi standar yang ditentukan oleh [Nama Perusahaan/Pihak Penerima].

5. Apabila terjadi pelanggaran terhadap pernyataan yang saya buat, saya bersedia menerima konsekuensi dan sanksi yang berlaku sesuai dengan peraturan dan kebijakan [Nama Perusahaan/Pihak Penerima].

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, sebagai bukti komitmen saya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan.

Atas perhatian dan kerjasamanya, saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

[Nama Pengirim]
[Tanda Tangan]

Harus diperhatikan

Dalam membuat Surat Letter of Undertaking, hal yang perlu diperhatikan adalah kejelasan dan kepastian isi surat tersebut, serta kepatuhan terhadap peraturan atau kesepakatan yang berlaku.

Harus dihindari

Dalam membuat Surat Letter of Undertaking, sebaiknya menghindari penggunaan kalimat yang ambigu atau tidak begitu jelas, serta menghindari penggunaan ungkapan atau frasa yang bisa menimbulkan kesalahpahaman dalam interpretasi surat tersebut. Selain itu, penting untuk menghindari pengulangan informasi yang tidak perlu agar surat tetap padat dan mudah dipahami oleh pihak yang akan menerimanya.

Instansi terkait

  1. Kantor Notaris
  2. Pengadilan
  3. Kantor Imigrasi
  4. Otoritas Pajak