Cari

Contoh Surat Penagihan Niaga

Contoh Surat Penagihan Niaga

Surat Penagihan Niaga adalah surat resmi yang digunakan oleh perusahaan untuk meminta pembayaran kepada pelanggan yang memiliki tunggakan atau utang atas jasa atau barang yang telah diberikan. Surat ini berisi informasi tentang jumlah utang, tanggal jatuh tempo, dan instruksi pembayaran yang harus dilakukan oleh pelanggan.

Contoh Surat

Jakarta, 15 Maret 2021

Kepada
Yth. PT ABC
Jl. Jendral Sudirman No. 123
Jakarta

Perihal: Surat Penagihan Piutang

Dengan hormat,

Dalam rangka menyelesaikan kewajiban pembayaran yang tertunda, kami PT XYZ sebagai pihak penerima, dengan ini mengirimkan surat penagihan piutang kepada PT ABC sebagai pihak debitor.

Adapun rincian piutang yang tertunda sebagai berikut:
- No. Invoice: INV/2021/001
- Tanggal Invoice: 1 Februari 2021
- Jumlah Tagihan: Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah)
- Jatuh Tempo: 15 Februari 2021

Kami telah mengirimkan surat tagihan sebanyak 2 kali pada tanggal 20 Februari 2021 dan 1 Maret 2021, namun hingga saat ini belum mendapatkan respon atau pembayaran dari pihak PT ABC.

Dalam hal ini, kami meminta PT ABC untuk segera melakukan pembayaran piutang yang tertunda tersebut. Mohon agar pembayaran dilakukan dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal surat ini diterima.

Harap diingat bahwa ketidakpatuhan dalam membayar piutang dapat berdampak negatif terhadap hubungan bisnis yang kita jalin. Kami berharap agar permasalahan ini dapat diatasi dengan segera agar hubungan kerja sama yang baik tetap dapat terjaga.

Jika PT ABC mengalami kesulitan dalam pembayaran, kami bersedia membuka ruang untuk membicarakan opsi pelunasan secara fleksibel. Silahkan menghubungi kami pada kontak yang tercantum di bawah ini untuk melakukan negosiasi.

Demikian surat penagihan ini kami sampaikan, mohon segera ditindaklanjuti. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik.

Hormat kami,

PT XYZ
Jl. Gatot Subroto No. 456
Jakarta
Tel: (021) 1234567
Email: info@ptxyz.co.id

Harus diperhatikan

Dalam membuat Surat Penagihan Niaga, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain mengungkapkan isi dan tujuan surat dengan jelas serta singkat, menyebutkan detail informasi pembayaran yang harus dilakukan, dan menyertakan data pendukung yang relevan seperti nomor faktur atau bukti transaksi lainnya.

Harus dihindari

Dalam membuat Surat Penagihan Niaga, hal yang harus dihindari adalah penggunaan kata-kata kasar atau ancaman yang tidak profesional, serta tidak melakukan pengecekan terhadap informasi yang tercantum dalam surat penagihan tersebut.

Instansi terkait

  1. Kantor Pos Indonesia
  2. Bank Indonesia
  3. Direktorat Jenderal Pajak
  4. Kementerian Perdagangan
  5. Kepolisian Republik Indonesia