Cari

Contoh Surat Penolakan Pesanan

Contoh Surat Penolakan Pesanan

Surat penolakan pesanan adalah surat yang dikirimkan oleh sebuah perusahaan atau toko kepada pelanggan yang mengajukan pesanan, namun pesanan tersebut tidak dapat dipenuhi atau dikirimkan sesuai dengan permintaan karena berbagai alasan, seperti stok habis atau tidak bisa memenuhi persyaratan pelanggan.

Contoh Surat

[Logo Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
[Email Perusahaan]
[Telepon Perusahaan]
[Tanggal]

Kepada
[Nama Pengirim]
[Alamat Pengirim]

Hal: Penolakan Pesanan

Yth. [Nama Pengirim],

Dengan hormat,

Terima kasih atas minat Anda dalam berbelanja di [Nama Perusahaan]. Namun, dengan sesalan kami sampaikan bahwa kami tidak dapat memenuhi pesanan yang Anda ajukan.

Setelah melakukan evaluasi, kami menemukan bahwa stok produk yang Anda pesan telah habis. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat kelalaian ini.

Namun, kami menghargai kepercayaan Anda kepada [Nama Perusahaan]. Kami senang untuk membantu Anda dalam memilih alternatif produk yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Mohon saudara/i untuk segera menginformasikan kepada kami apakah Anda berminat dengan alternatif produk yang kami tawarkan, atau jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait pesanan tersebut.

Kembali, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang kami sebabkan. Kami berharap dapat melayani Anda di masa mendatang. Terima kasih atas perhatian dan kerja sama saudara/i.

Hormat kami,

[Nama]
[Jabatan]
[Nama Perusahaan]

Harus diperhatikan

Dalam membuat surat penolakan pesanan, hal yang harus diperhatikan adalah menjelaskan alasan penolakan dengan jelas dan sopan, memberikan penjelasan terkait kebijakan atau syarat-syarat yang menjadi dasar penolakan, serta menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan pengirim pesanan.

Harus dihindari

Dalam membuat Surat Penolakan Pesanan, ada beberapa hal yang harus dihindari, antara lain menggunakan bahasa yang terlalu formal dan sulit dipahami, menyampaikan penolakan tanpa memberikan alasan yang jelas, serta tidak memberikan solusi atau opsi alternatif kepada pelanggan.

Instansi terkait

  1. Dinas Perdagangan
  2. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen
  3. Pengadilan Konsumen
  4. Kementerian Perindustrian
  5. Badan Standardisasi Nasional