Cari

Surat permohonan alat pemadam kebakaran adalah surat yang dibuat untuk meminta bantuan atau pengadaan alat pemadam kebakaran kepada pihak yang berwenang, seperti pemerintah daerah atau instansi terkait, dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapan dan keselamatan dalam menghadapi kebakaran.
[Tanggal]
Kepada,
[Kepala Dinas Pemadam Kebakaran]
[Kota/Kabupaten]
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : [Nama Lengkap]
Alamat : [Alamat Lengkap]
Nomor HP : [Nomor Handphone]
Posisi : [Jabatan/Profesi]
Dengan ini mengajukan permohonan atas bantuan alat pemadam kebakaran untuk keperluan pengamanan dan keselamatan di [Tempat/Instansi].
Mengingat pentingnya keberadaan alat pemadam kebakaran, terlebih dalam situasi darurat, saya ingin menyampaikan bahwa [Tempat/Instansi] kami belum memiliki alat pemadam kebakaran yang memadai. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan dan risiko tinggi terjadinya kebakaran.
Oleh karena itu, melalui surat ini kami mengajukan permohonan untuk diberikan bantuan alat pemadam kebakaran kepada [Tempat/Instansi] kami. Adapun jenis dan jumlah alat pemadam kebakaran yang kami butuhkan adalah:
1. Fire Extinguisher (APAR) ABC - [Jumlah]
2. Fire Hydrant - [Jumlah]
3. Fire Alarm - [Jumlah]
4. Selang Pemadam Kebakaran - [Jumlah]
5. Perlengkapan Pemadam Kebakaran Lainnya - [Jumlah]
Dengan adanya alat pemadam kebakaran ini, kami yakin dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kebakaran dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi karyawan/penduduk yang berada di [Tempat/Instansi] ini.
Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan bantuannya, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
[Nama Lengkap]
[Jabatan]
Dalam pembuatan Surat Permohonan Alat Pemadam Kebakaran, hal yang perlu diperhatikan adalah menyebutkan secara jelas dan lengkap jenis serta jumlah alat yang dibutuhkan, menyertakan alasan serta urgensi pengadaan alat pemadam kebakaran tersebut, dan mencantumkan kontak person yang dapat dihubungi untuk informasi lebih lanjut.
Dalam membuat Surat Permohonan Alat Pemadam Kebakaran, harus dihindari penggunaan kalimat yang ambigu atau tidak jelas, serta perlu dijelaskan secara rinci kebutuhan akan alat tersebut agar permohonan dapat dipahami dengan baik oleh pihak yang dituju.