Cari

Surat Permohonan Diklat adalah suatu surat yang diajukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada pihak yang berwenang untuk memohon persetujuan atau izin mengikuti program pelatihan atau diklat yang diselenggarakan. Surat ini berfungsi untuk menyampaikan kegiatan pelatihan yang diinginkan dan alasan mengapa pelatihan tersebut perlu diikuti.
[Nama Anda]
[Alamat Anda]
[Tanggal]
[Yayasan/Penyelenggara Diklat]
[Alamat Yayasan/Penyelenggara]
[Attn: Kepala Yayasan/Penyelenggara]
Perihal: Permohonan Diklat
Yang terhormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama: [Nama Anda]
No. KTP: [Nomor KTP Anda]
Pekerjaan: [Posisi/Jabatan Anda]
Instansi/Perusahaan: [Nama Instansi/Perusahaan]
Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan untuk mengikuti Diklat yang diselenggarakan oleh Yayasan/Penyelenggara Diklat. Saya sangat berminat untuk mengikuti Diklat terkait agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan saya.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa saya mengajukan permohonan ini:
1. Diklat ini merupakan pelatihan yang sangat penting dan relevan dengan bidang pekerjaan saya.
2. Saya ingin terus belajar dan mengembangkan diri agar dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pekerjaan saya.
3. Saya yakin bahwa mengikuti Diklat ini akan memberikan manfaat yang besar bagi saya dan juga instansi/ perusahaan tempat saya bekerja.
Demikian permohonan ini saya ajukan. Saya mohon agar Yayasan/Penyelenggara Diklat dapat membantu dan menerima permohonan ini. Apabila diperlukan, saya siap melengkapi dokumen yang diperlukan dan membayar biaya yang telah ditetapkan.
Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Anda]
[Tanda tangan]
[Alamat Email Anda]
[No. Telepon Anda]
Dalam membuat Surat Permohonan Diklat, perlu diperhatikan penggunaan bahasa yang sopan dan jelas, serta mencantumkan informasi yang lengkap mengenai tujuan, jenis diklat yang diminta, dan alasan mengapa diklat tersebut diperlukan.
Dalam membuat Surat Permohonan Diklat, sebaiknya dihindari penggunaan bahasa yang terlalu formal dan rumit agar mudah dipahami oleh para pihak yang akan menerima surat tersebut. Selain itu, juga perlu dihindari penggunaan kalimat yang ambigu atau tidak jelas sehingga tujuan permohonan dapat tercapai dengan baik.