Cari

Surat Pernyataan Ganti Rugi Uang adalah dokumen tertulis yang digunakan untuk menyatakan komitmen seseorang atau lembaga untuk menggantikan atau mengembalikan jumlah uang tertentu kepada pihak yang dirugikan akibat suatu kesalahan atau kesalahan yang dilakukan oleh pihak pertama. Surat ini biasanya digunakan dalam konteks perjanjian atau kontrak bisnis.
[Nama Pengirim]
[Alamat Pengirim]
[No. Telepon Pengirim]
[Email Pengirim]
[Tanggal]
[Nama Penerima]
[Alamat Penerima]
[No. Telepon Penerima]
[Email Penerima]
Perihal: Pernyataan Ganti Rugi Uang
Dengan hormat,
Saya, [Nama Pengirim], dengan ini menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas ganti rugi uang sebesar [jumlah uang dalam angka] (Rp [jumlah uang dalam huruf]), yang telah saya terima dari pihak [Nama Penerima], sebagai penggantian atas kerugian yang mereka alami.
Saya mengakui bahwa jumlah uang tersebut telah diterima dengan lengkap dan dalam keadaan baik tanpa ada keberatan. Saya juga menjamin bahwa saya akan memenuhi kewajiban penggantian tersebut sesuai dengan waktu yang telah disepakati.
Saya sepenuhnya menyadari bahwa pernyataan ganti rugi ini bersifat sah dan mengikat. Apabila terdapat pelanggaran atau wanprestasi dalam pemenuhan kewajiban ini, saya bersedia menerima segala akibat hukum yang timbul sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa adanya desakan dari pihak manapun.
Atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
[Nama Pengirim]
Dalam membuat Surat Pernyataan Ganti Rugi Uang, hal-hal yang harus diperhatikan antara lain adalah menyebutkan secara jelas dan rinci jumlah uang yang harus diganti rugi, alasan atau penyebab kerugian yang menjadi tanggung jawab pihak yang menandatangani surat, serta menentukan batas waktu penggantian rugi yang harus dipatuhi.
Dalam membuat Surat Pernyataan Ganti Rugi Uang, sebaiknya dihindari penggunaan bahasa yang ambigu atau tidak jelas, serta penggunaan frasa atau kalimat yang dapat menimbulkan kesalahpahaman atau penafsiran ganda. Selain itu, hindari juga mengabaikan atau menghilangkan elemen penting seperti jumlah uang yang harus diganti rugi, waktu pembayaran, serta informasi pihak yang bertanggung jawab.