Cari

Contoh Surat Pernyataan Retur Pengembalian Barang

Contoh Surat Pernyataan Retur Pengembalian Barang

Surat Pernyataan Retur Pengembalian Barang adalah dokumen tertulis yang digunakan untuk mengajukan permohonan pengembalian atau retur barang kepada pihak yang bersangkutan. Surat ini berisi penjelasan singkat mengenai alasan pengembalian, nomor faktur atau pemesanan, serta detail barang yang ingin dikembalikan.

Contoh Surat

[Alamat Pengirim]
[Tanggal]

[Alamat Penerima]

Perihal: Surat Pernyataan Retur Pengembalian Barang

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: [Nama Lengkap]
Alamat: [Alamat Lengkap]
Nomor Telepon: [Nomor Telepon]

Dengan ini menyatakan bahwa saya ingin mengembalikan barang yang telah saya beli/bestellen pada tanggal [Tanggal Pembelian] dengan nomor pesanan [Nomor Pesanan]. Barang yang ingin saya kembalikan adalah:

1. [Nama Barang 1]
2. [Nama Barang 2]
3. [Nama Barang 3]

Penyebab pengembalian barang tersebut adalah [jelaskan alasan pengembalian]. Saya telah memeriksa kondisi barang dan memastikan bahwa barang yang akan saya kembalikan masih dalam kondisi yang sama seperti saat saya menerima barang tersebut.

Saya bersedia untuk mengikuti prosedur yang berlaku dalam pengembalian barang, seperti pengisian formulir pengembalian, melampirkan bukti pembelian, dan mengganti biaya pengiriman barang kembali kepada [Nama Perusahaan/Penjual].

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab saya dalam pengembalian barang.

Hormat saya,

[Tanda tangan]

[Nama Lengkap]

Harus diperhatikan

Dalam membuat Surat Pernyataan Retur Pengembalian Barang, perlu diperhatikan poin-poin penting seperti menyebutkan nomor faktur atau nota pembelian, tanggal pembelian, alasan pengembalian, kondisi barang saat pengembalian, serta permintaan pengembalian uang atau penggantian barang yang dibeli.

Harus dihindari

Dalam membuat Surat Pernyataan Retur Pengembalian Barang, perlu dihindari penggunaan kata-kata yang ambigu atau tidak jelas, serta informasi yang tidak relevan agar surat tersebut dapat dipahami dengan baik oleh pihak yang berkepentingan.

Instansi terkait

  1. Dinas Perdagangan
  2. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
  4. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
  5. Badan Standarisasi Nasional (BSN)