Cari

Surat Permohonan Penggabungan Haji Suami Istri adalah sebuah permohonan yang diajukan oleh pasangan suami dan istri kepada pihak yang berwenang untuk dapat melaksanakan ibadah haji bersamaan dan saling mendampingi satu sama lain selama pelaksanaan haji di Tanah Suci.
[Alamat Pengirim]
[Tanggal]
Kepala Seksi Hajjat
Kantor Urusan Haji
[Alamat Tujuan]
Perihal: Permohonan Penggabungan Haji Suami Istri
Yth. Bapak/Ibu Kepala Seksi Hajjat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama: [Nama Suami]
Nomor KTP: [Nomor KTP Suami]
Alamat: [Alamat Suami]
dan
Nama: [Nama Istri]
Nomor KTP: [Nomor KTP Istri]
Alamat: [Alamat Istri]
dengan ini mengajukan permohonan penggabungan haji suami istri untuk tahun [tahun haji yang diinginkan]. Kami berharap agar kami dapat menjalankan ibadah haji secara bersama-sama.
Kami telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan berkomitmen untuk mematuhi aturan-aturan selama pelaksanaan ibadah haji nantinya. Kami juga berjanji untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kami selama perjalanan serta pemenuhan administrasi yang dibutuhkan.
Melalui surat permohonan ini, kami mengharapkan agar Bapak/Ibu Kepala Seksi Hajjat dapat mempertimbangkan permohonan penggabungan haji suami istri kami. Kami meyakini bahwa menjalankan ibadah haji bersama akan lebih memperkuat ikatan keluarga kami dan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kami kepada Allah SWT.
Terlampir, kami sertakan berkas-berkas yang diperlukan sebagai persyaratan penggabungan haji suami istri. Untuk informasi lebih lanjut, kami siap untuk hadir dalam audiensi dengan Bapak/Ibu Kepala Seksi Hajjat pada waktu yang telah ditentukan.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
[Nama Suami]
[Nomor Kontak Suami]
[Nama Istri]
[Nomor Kontak Istri]
Dalam membuat Surat Permohonan Penggabungan Haji Suami Istri, perlu diperhatikan penulisan yang jelas dan rapi serta menyertakan dokumen yang diperlukan seperti salinan KTP, akta nikah, dan surat keterangan kehamilan (jika ada). Selain itu, penting untuk menyampaikan alasan penggabungan haji yang jelas dan memohon kesediaan pihak berwenang untuk mengabulkan permohonan tersebut.
Dalam membuat Surat Permohonan Penggabungan Haji Suami Istri, hindari menggunakan kalimat yang rumit atau ambigu agar tujuan dan maksud penggabungan haji dapat terjelaskan dengan jelas kepada pihak yang berwenang. Selain itu, hindari juga penggunaan bahasa yang tidak pantas atau terlalu informal agar surat terlihat profesional dan dihargai oleh pihak yang menanganinya.